Berita

    Featured Image

    Kenali Jenis & Fungsi Dari Special Service Tools

    Penting bagi seorang mekanik untuk memiliki special service tool (SST) sebagai alat pendukung dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sebab, keberadaan alat ini untuk menghindari kerusakan atau cacat saat pemasangan part atau komponen pada kendaraan. 

    Selain itu, proses pemasangannya pun jauh lebih mudah dan cepat karena terhindar dari gesekan atau hal-hal lain yang bisa menghambat. 

    Itu sebabnya fungsi peralatan ini tidak bisa digantikan dengan peralatan lainnya karena ada kemungkinan hal tersebut bisa memperparah kerusakan. 

    Mengenal Arti, Fungsi, dan Jenis Special Service Tool

    Berdasarkan artinya, SST atau special service tool adalah berbagai peralatan yang digunakan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan perbaikan suku cadang atau komponen otomotif. Apa saja fungsi dan jenis dari SST ini? Berikut ulasannya. 

            1. Obeng Ketok

    Peralatan pertama yang dimiliki mekanik adalah obeng ketok, berfungsi untuk melepas sekrup yang sulit untuk dilepaskan jika menggunakan obeng biasa. 

    Sistem kerjanya memang berbeda jika dibandingkan dengan obeng biasa. Sebab, ketika bagian handle obeng tersebut diketuk, maka bagian ujung obeng tersebut bisa berputar. 

            2. Ball Joint Separator

    Fungsi alat yang satu ini adalah untuk melepas ball joint dari kedudukannya (steering knuckle). Bentuknya mirip seperti penjepit jemuran dengan sistem kerja menekan baut ball joint.

    Contohnya, untuk melepas ball joint upper arm, ball joint tie rod end yang menempel di knuckle, ball joint lower arm, dan sebagainya. 

            3. Bearing Cup Puller

    Berfungsi sebagai alat untuk menarik bearing yang telah terpasang. Cara menggunakan alat  ini adalah dengan metode press yang diatur dari perputaran ulir. Jadi, Anda hanya perlu memutar tuas bagian atas tersebut untuk melepas bearing

            4. Clutch Central Aligning Tool

    Fungsi alat yang satu ini untuk membantu memasang (meluruskan dan memposisikan plat kopling (clutch disc) agar posisi lubang berada tepat di posisi sentral.

            5. Differential Flange Holder

    Bentuknya seperti tuas dengan bagian ujung dipasangkan ke flange dengan tujuan untuk menahan flange pinion agar saat akan dilepas tetap bertahan dan tidak berputar.